SBY Masih Magnet Terbesar Politik Indonesia

0
16607
Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Presiden RI ke 6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) telah mengakhiri masa baktinya sejak tiga tahun silam. Tapi apapun yang berkaitan dengan SBY sampai sekarang masih saja menjadi daya tarik sendiri, dan selalu viral di media sosial. Apakah itu pidato, cuitan hingga hal-hal yang ada di dalam UU. Pendek kata, jika berkaitan dengan SBY semua bakal jadi jualan nomor satu. Entah itu di media mainstream ataupun media sosial.

Pemberitaan tentang SBY tidak saja mampu mendongkrak rating suatu media, tapi juga bisa dijadikan alat untuk mengaburkan pemberitaan lainnya. Brand tentang SBY mengalahkan pemberitaan yang sebenarnya lebih penting dan seharusnya patut dijadikan prioritas, contohnya saja korupsi e-KTP, kasus suap pajak yang menyeret ipar Presiden Jokowi dan meninggalnya petani asal Kendeng saat berjuang di depan Istana. Tapi karena besarnya daya tarik tentang SBY, maka perhatian lebih banyak dengan apa saja yang berkaitan dengan SBY, walaupun itu hanya hal-hal kecil.

Jika merunut kepada apa yang telah diraih SBY selama ini, rasanya wajar banyak pihak yang berkepentingan untuk menghancurkan nama besar SBY. Karena jika dilihat dari track record-nya, SBY merupakan sosok yang berperan penting dalam peralihan dari orde baru ke era reformasi. SBY juga merupakan prajurit cerdas yang telah membuktikan pengabdiannya untuk NKRI. Majalah TIME pernah merilis kalau SBY merupakan salah satu dari 100 orang berpengaruh di dunia pada tahun 2009.

Perlu kita ketahui, SBY merupakan presiden pertama yang dipilih langsung rakyat Indonesia. Artinya sangat jelas, SBY merupakan sosok yang mendapatkan amanah langsung, dan menjadi tumpuan harapan untuk kemajuan. SBY terpilih menjadi Presiden pada tahun 2004 dengan mengalahkan calon petahana, Megawati Soekarnoputri dalam dua putaran. Putaran pertama SBY menang dengan 36 persen, dan putaran kedua menang 69 persen. Jumlah signifikan dalam menghadapi incumbent yang saat itu masih berkuasa.

BACA JUGA

SBY di Antara Pusaran Media Partisan

Baca juga  Di Luar Jokowi – Prabowo, Rizal Ramli dan AHY Paling Menonjol

Poin Penting Silaturahmi SBY dan Jokowi

Ucapan Megawati beberapa waktu lalu yang menyebutkan rakyat menangis saat dia kalah tahun 2004, kalau dilihat dari hasil Pemilu 2009 maka bisa disimpulkan itu hanya perasaan Megawati saja. Karena saat Pilpres 2009, SBY yang berpisah dari JK, mampu menumbangkan Megawati dan JK dalam satu putaran. SBY meraih 73 juta suara, atau 60 persen pemilih. Pilpres hanya berlangsung satu putaran, dan SBY meraih rekor sebagai presiden yang mendapatkan dukungan suara terbesar di dunia. Hasil itu didapat dengan tiga pasangan, bayangkan jika hanya dua pasang. Mungkin SBY akan meraih suara diatas 70 persen dan makin mempertegas posisinya sebagai pemimpin pilihan mayoritas rakyat Indonesia.

Bandingkan dengan Pilpres 2014 yang hanya mempertemukan dua calon, Jokowi dan Prabowo. Jokowi menang hanya dengan 53 persen atau meraih suara 70 juta suara. Padahal jumlah penduduk Indonesia saat itu sudah jauh meningkat, dan perolehan suara yang didapat Jokowi belum mampu mengalahkan perolehan SBY yang sebelumnya tiga pasang calon. Dan pada tahun 2009, DPT Indonesia masih diangka 171 juta pemilih, bandingkan dengan pemilih tahun 2014 yang mencapai 186 juta pemilih.

Dari angka-angka perolehan suara, maka kita bisa ambil kesimpulan kalau SBY merupakan sosok yang sampai saat ini memegang rekor sebagai sosok paling tinggi mendapatkan kepercayaan. Angka tersebut tidak bisa dibohongi, meski kebenaran tersebut hingga saat ini berulangkali didegradasi dengan isu kecurangan pemilu tahun 2009. Isu yang sampai sekarang tidak ada bukti dan hanya menjadi pepesan kosong guna menyenangkan hati lawan politik yang gagal move on.

Lalu muncul pertanyaan, kenapa SBY harus diserang secara terus menerus oleh pihak tertentu?. Bukankah dengan potensi yang begitu besar, SBY bisa dijadikan andalan dalam mencapai Indonesia yang jaya dan sejahtera.

Kuat dugaan ada pihak atau paham yang ingin menguasai Indonesia demi kepentingan mereka. Mereka sadar SBY punya kekuatan kepercayaan luar biasa dari rakyat, makanya harus dihancurkan kredibilitasnya, baik itu melalui pemberitaan ataupun tudingan-tudingan yang dicari pembenarannya. Proses penghancuran nama SBY telah dimulai sejak dari masih menjabat dan terus berlangsung hingga saat ini.

Pihak yang ingin menguasai Indonesia tersebut sadar kalau SBY merupakan sosok yang telah teruji integritas dan tidak mau menjual Negara yang telah dia bela lebih dari 4o tahun. Dengan pengaruh dan sulitnya membujuk SBY menjual Negaranya, maka cara paling praktis dan cepat adalah menghilangkan kepercayaan publik kepada SBY dengan menyebarkan fitnah secara terus menerus.

Jika nanti nama SBY telah benar-benar jatuh, maka mereka bisa melancarkan aksi mereka. Karena dalam hitungan mereka, salah satu pengganjal terbesar dalam menguasai negara ini adalah SBY. Dari sekian banyak tokoh yang ada di Indonesia, belum ada yang mampu menyandingkan pengaruhnya dengan SBY. Baik itu di level strategi ataupun pengaruh dari masyarakat.

Untuk melihat ada skenario tersebut, silahkan cek sendiri apa dan bagaimana serangan kepada SBY terus dilakukan. Meski bahannya itu ke itu saja diulang dan tanpa bukti, tapi terus digoreng media. SBY itu ibaratnya tentara yang telah pensiun, yang tidak bakal jadi saingan dalam perebutan jabatan, tapi tetap diserang bertubi-tubi. Setelah menelaah dengan cermat, kita akan paham kalau SBY “Masih” Magnet Terbesar Politik Indonesia. Magnet yang mampu menarik banyak orang untuk menyelamatkan Indonesia dari kepentingan kelompok tertentu.

Oleh: Aliando Ibrahim

Baca juga  Demokrat Akan Galang Dukungan Fraksi Lain untuk Dukung Hak Angket

OPINI TERKAIT

Pertemuan SBY-Prabowo, Buka Semua Kemungkinan di Pilkada dan Pilpres

Memahami Langkah Politik SBY dan Partai Demokrat

Megawati Baper? Ah, Sudahlah!

Menunggu Deklarasi Klub Negarawan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here